Pilarrepublik.id –  Setelah dipenghujung tahun 2015 sukses merilis sebuah film fenomenal Harim Di Tanah Haram produksi Qia Film Mediatama Jakarta, yang syutingnya dilakukan di tiga negara Indonesia, Turki dan Saudi Arabia, sebuah film yang mampu go internasional, kali ini Film Maker dan Budayawan Kondang Bekasi Majayus Irone membuat sebuah film terbaru yang mengangkat history, budaya lokal, adat istiadat, kuliner dan kemajuan pembangunan kota Bekasi dalam sebuah judul Babe dari Leiden ke Bekasi. Film yang diadaptasi dari sebuah novel klasik berbahasa Betawi Melayu atau Bekasi Ora berjudul Semur Jengkol Cinta Made In Belanda ini diharapkan mampu menjadi tontonan sekaligus tuntunan.

 

Film yang cerita dan skenario ditulis secara apik oleh Aki Maja (sapaan akrab Majayus irone) ini nantinya akan disuguhkan sebagai film bermuatan edukasi romantik bagi seluruh siswa di Kota Bekasi dan masyarakat pada umumnya. Dan Hasto Broto dipercaya sebagai sutradara film tersebut. Sederet artis ternama  seperti Dwi Andhika, Zoe Jackson, Artika Amanta, Ridwan Saidi, Otis Pamutih, Hj. Kartini, Hendrik Bibir serta seniman dan budayawan Bekasi beradu acting pada film ini.

 

Ahmad Zarkasih selaku Kadis Parbud Kota Bekasi menyambut gembira dan optimis dengan diproduksinya film tersebut yang dapat menjadi media untuk mengekpos semua potensi lokal yang dimiliki Kota Bekasi.

 

“Saya merasa optimis dan gembira bahwa film ini menjadi media informasi tentang Bekasi kepada masyarakat luas, khususnya kebudayaan, kuliner, wisata dan kemajuan pembangunan,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.

 

Film yang berlatar belakang kehidupan masyarakat pada medio tahun 1947 ketika terjadi Agresi Militer Belanda dengan kembalinya pasukan Sekutu Nica  ingin menguasai  Indonesia yang sudah merdeka digambarkan dengan pertempuran sengit antara pasukan Hisbullah, pasukan siliwangi, rakyat, para jawara melawan tentara sekutu yang membumi hanguskan Bekasi, menjadi golden scene pembuka film tersebut. Dalam kehidupan normal modern, tokoh Ali (diperankan oleh Dwi Andika) anak Bekasi harus mengalami dilema klasik antara percintaan atau memilih sekolah ketika seorang mahasiswi asal Leiden Belanda bernama Betty de Bosch (Artika Amanda) melakukan penelitian tentang budaya masyarakat Bekasi. Sementara itu Salmah, wanita muda yang sangat menyukainya harus menahan cemburu sepanjang waktu. Bagaimana keseruan-keseruannya dalam film ini? Nantikan pemutaran perdananya diseluruh bioskop kesayangan anda.

 

Untuk diketahui, film ini ditulis oleh Majayus Irone alias Aki Maja (Drs. Maja Yusirwan, M.Pd) yang notabene adalah ASN di Pemkot Bekasi dengan jabatan Pengawas Pembina Disdik Kota Bekasi

 

Testimoni

“Saya mendukung diproduksinya film yang berjudul Bangga Bekasi (Babe, red),” Rahmat Effendi (Walikota Bekasi)

 “Film buatan orang lain saja kita tonton, kenapa film buatan sendiri tidak ditonton. Saya yakin film ini akan sukses dan ditunggu oleh masyarakat Bekasi,” Muhamad Ali Fauzi (Kadisdik Kota Bekasi). (dhit)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here