Pilarrepublik.id – Komisi V DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik ke Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan  DPR terkait pembangunan infrastruktur.

Kunker yang dimulai tanggal 11 Oktober ini akan difokuskan pada  rencana pengoperasian kembali dan pembangunan Bandara Banding Agung-OKU Selatan serta aksesibilitas jalan menuju bandara dan pemberdayaan masyarakat.

Kunker Spesifik  dipimpin Ketua Komisi V DPR, Fary Djemi Francis. Ikut dalam kunker ini, anggota Komisi V DPR yang lain yaitu Intan Fauzi, Agati Sulie Mahyudin, Hanna Gayatri, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Ridwan Bae.

Anggota Komisi V DPR, Intan Fauzi menegaskan keberadaan Bandara Banding Agung-OKU Selatan ini bisa menjadi akselerator pembangunan perekonomian di wilayah Palembang termasuk nasional. Karena itu, Intan mendorong akselerasi pembangunan Bandara Banding Agung-OKU Selatan ini harus dipercepat agar memberi benefit sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumsel dan Sumbagsel.

“Revitalisasi  Bandara Banding Agung yang basis telah ada sejak tahun 1991 namun operasional berhenti, sehingga pengaktifan kembali bandara ini kita berharap akan mendongkrak perekonomian OKU Selatan khususnya dan Sumsel serta solusi konektivitas/ aksesibilitas dengan OKU Selatan yang jaraknya ditempuh 7 jam dari Kota Palembang. Namun perlu diperhatikan feasibility studies antara lain nilai ekonomis untuk kesinbungan bandara ini,” ujar Intan.

Intan yang juga putri asli daerah Palembang ini mengaku sarana transportasi udara  di wilayah ini sangat penting mengingat wilayah ini dikenal memiliki banyak tempat wisata yang menarik, seperti Danau Ranau.

Danau yang merupakan Ikon Kabupaten OKU Selatan itu terdapat pemandian air panas yang bersumber dari alam.

“Saya meminta Gubernur Sumsel  dan  Bupati OKU Selatan Popo Ali Moertopo untuk fokus mengembangkan pariwisata. Apalagi, daerah ini telah memiliki modal keindahan alam yang memesona,”  pintanya.

Intan optimis keberadaan Bandara Banding Agung sangatlah strategis untuk mempercepat pembangunan OKU Selatan. Apalagi, OKU Selatan adalah Kabupaten yang sangat kaya potensi sumber daya alam, khususnya pertanian dan pariwisata.

“OKU Selatan tidak boleh kalah dengan Palembang, Lubuk Linggau dan Pagaralam yang bandaranya sudah beroperasi. Apalagi Bandara Banding Agung sudah lebih dahulu dibangun,’’ tegasnya.

Kendati demikian, Intan mengaku untuk membangun Bandara Banding Agung itu memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mengingat APBD Pemprov Palembang dan  OKU Selatan tidaklah terlalu besar dan harus membiayai program-program strategis lainnya.

“Tetapi saya percaya, Gubernur Provinsi Sumsel bisa mengatasi persoalan ini. Beliau sudah berpengalaman di birokrasi. Demikian juga dengan Bupati yang sudah 2 periode menjabat,” tuturnya.

“Dan saya kira, makin banyak infrastruktur bandara makin banyak potensi penerimaan daerah. Hal ini pada akhirnya mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” pungkas Intan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here