Pilarrepublik.id – Maraknya tawuran antar pelajar yang sempat menghiasi pemberitaan di semua media, seperti, media online, cetak maupun elektronik beberapa bulan lalu, hampir saja terjadi lagi. Untungnya sekelompok remaja yang berniat tawuran dijalan Haji Awi RT 01 RW 04 dapat dicegah oleh pemuda karang taruna kelurahan Jatiluhur, kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Menurut keterangan ketua karang taruna Jatiluhur, Ahmad Sanusi, kejadian ini sekitar pukul 17.30, saat itu, dirinya dan anggota karang taruna sedang berada di lokasi tersebut untuk memonitoring wilayahnya yang pada hari sebelumnya menangkap sejumlah pemuda yang biasa meminta uang kepada pedagang disepanajang jalan wibawa mukti 2 kelurahan jatiluhur. Tiba- tiba anggota katar ini melihat empat remaja (ABG) lewat jalan tersebut dengan membawa senjata tajam (sajam) jenis clurit yang sudah dimodifikasi, melihat sekelompok ABG membawa sajam, akhirnya pemuda katar jatiluhur ini berinisiatif mengamankan disalah satu rumah warga setempat.

” Kami curiga dengan remaja yang masih duduk di bangku sekolah itu akan tawuran, apalagi dengan membawa senjata tajam, akhir remaja ABG itu kami tangkap dan kami amankan. Untuk proses lebih lanjut, kami menelpon bhabinkamtibmas, Bripka Apriyadi “. Terang pria yang biasa disapa bang uci.

Bhabinkamtibmas kelurahan Jatiluhur, Bripka Apriyadi,dengan didampingi Bripka Junaidi dan kanit patroli, AKP Gunawan langsung meluncur ke TKP dan langsung mengintrogasi keempat ABG tersebut. Menurut pengakuan para ABG ini, sajam yang mereka bawa adalah milik dari temann ya berinisial, SN yang mereka anggap sebagai seniornya.

Guna untuk tindakan lebih lanjut, masing-masing orangtua keempat ABG pun diminta untuk datang ketempat remaja ini diamankan. Dengan pertimbangan keempat remaja ini masih dibawah umur, akhirnya keempat remaja dan orangtuanya diminta untuk membuat surat pernyataan diatas materai dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Masih ditempat yang sama,Bhabinkamtibmas Jatiluhur, Bripka Apriyadi, menghimbau agar peran orangtua lebih ditingkat lagi dan lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya karena dari beberapa kejadian menurut keterangan remaja yang melakukan tawuran selalu diawali dari ajakan seniornya atau yang dianggap sebagai ketuanya, dan menurut pengakuan mereka, apabila tidak mengikuti ajakan tersebut, maka akan ada ancaman yang dapat melukai dirinya.

” Saya berharap agar orangtua lebih memperhatikan anak-anaknya, terutama dalam hal pengontrolan waktu harus lebih diperhatikan , kapan anak kesekolah? pulang sekolah jam berapa? kapan dia main dan  kapan dia pulang?, waktunya harus dikontrol oleh orangtua. Dan jangan lupa dibuatkan jam malam, karena disaat hari libur biasanya teman-temannya akan mengajak begadang hingga pagi, nah disitulah peran orang tua turut andil dalam pelaksanaan jam malam yang mengharuskan paling lambat 10 malam atau paling lambat sekali jam 11 malam  mereka harus sudah sampai dirumah, jangan dibiarka  anak sampai pulang larut malam, karena lebih dari jam tersebut tidak menutup kemungkinan adanya indikasi tawuran “. Katanya.

Lebih lanjut, Apri (sapaan akrabnya) mengatakan, akan mengembangkan kamtibmas melalui karang taruna sebagai generasi penerus untuk lingkungan wilayah kelurahan jatiluhur tempat ia ditugaskan saat ini agar lebih kondusif. (Fie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here