Pilarrepublik.id – Komunitas Kopi Subuh, yah, kalau mendengar dari Namanya tentu kita berpikir ini adalah sebuah perkumpulan orang-orang pencinta kopi yang kalau belum kena kopi dunia terasa terbalik alias bikin pusing. Ups.. nanti dulu , komunitas yang satu ini bukan sekedar komunitas mencari kesenangan atau sekadar mencari teman dan pengalaman, Komunitas Kopi Subuh memiliki tujuan mulia, yakni ingin memperdalam ilmu agama dengan mendengarkan ceramah dan berdiskusi seputar agama islam.

Ketua Komunitas Kopi Subuh (Kokoh), Jainih, mengatakan, kokoh yang berdiri baru satu bulan sudah mempunyai anggota sebanyak 20 orang.

“Alhamdulillah, walaupun baru terbentuk seumur jagung, saat ini sudah 20 orang yang bergabung dikomunitas ini,” Katanya.

Tujuan dibentuknya  komunitas ini, Lanjut Jainih, selain menambah persaudaraan dan mempererat silaturahmi, sekaligus untuk mendalami pengetahuan tentang islam lewat kajian-kajian yang disampaikan oleh ustadz.

“Kami membuat pola interaksi yang mengutamakan ibadah. Saling mengingatkan akan ibadah. Saling menasihati dalam kebaikan dan saling mendokan. Saya lebih suka mengatakan saling mengingatkan daripada istilah mendengarkan ceramah, karena saya yakin mereka ( jamaah Kokoh, red) sebenarnya sudah pada mengerti tentang islam, tapi mungkin saja sudah ada yang lupa, Nah dengan berkumpul seperti inilah kita kembali saling mengingatkan” jelas pria yang biasa disapa Jaen.

 

Lebih lanjut, Jaen menambahkan, untuk menghindari kontra sesama anggota, telah disepakati untuk tidak membahas masalah ihtilaf (perbedaan) dan politik.

“Jadi kami sudah sepakat didalam taklim ini tidak boleh membahas ihtilaf dan juga poilitik. Apalagi anggota KOKOH ini juga berasal dari lintas profesi dengan latar belakang yang berbeda-beda, lagian bukan jamannya lagi kita harus gontok-gontakan hanya karena perbedaan yang diperbolehkan dan emang ada dalilnya. Kita lebih focus mencari persamaannya daripada perbedaanya,” terang Jaen dengan logat betawinya yang kental.

Terkait dipilihnya nama KOKOH sebagai nama komunitas yang dipimpinnya, Jaeni, mengatakan, secara Bahasa Kokoh itu berarti lebih tangguh dari sekedar kuat. Ia berharap dari nama tersebut bukan saja nama komunitasnya yang kokoh, namun anggotanya juga kokoh

“Semoga anggota komunitas ini benar-benar dalam memegang dan menjalankan ajaran islam,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, salah satu angota yang juga merupakan pendiri Kokoh, Dedi, mengatakan, dengan bergabungnya dikomunitas, dirinya mengaku lebih dekat dengan teman-temannya.

“kalau manfaatnya yang jelas sangat banyak mas, selain kita mendapatkan pencerahan tentang ilmu agama, yang tidak kalah pentingnya tentunya silaturahim kita ke teman-teman lebih erat, kalau dulu kita untuk bertemu dengan teman-teman boleh dibilang sangat susah, dengan bergabungnya di komunitas ini minimal kita dapat bersilaturahim walaupun seminggu sekali. Jadi kita dapat keduanya, Habluminallah dan Habluminnanaas,” Pungkas pria berpostur jangkung ini. (dhit)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here