Pilarrepublik.id – Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi mengapresiasi kegiatan Bincang santai yang digelar Rukun Jurnalis Bekasi (Rujuk) dengan Tema “22 tahun Kota Bekasi dan Problematika Kota Urban,” Selasa, (5/3/2019) di Aula Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi.

Menurutnya Rahmat Effendi, “Diskusi ini sangat baik dilakukan dan saya apresiasi bagaimana membuat kota Bekasi lebih maju dengan berbagai pihak yang turut memberikan masukannya.”

Turut hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Kota Bekasi Abdul Muin, Direktur PDAM Tirta Patriot Solihat, Manager area PLN Bekasi Renny Wahyusetiaswan, Dirut BJB serta beberapa pengamat publik

Diketahui, Kota Bekasi akan genap berusia 22 tahun tepat 10 Maret 2019 mendatang. Dalam prosesnya pembangunan yang dilakukan Pemerintah dan pihak swasta setidaknya membawa banyak perubahan bagi Kota Bekasi hingga usianya beranjak ke-22.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan Kota Bekasi mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang. Dari yang dulunya Kota Bekasi banyak tanah lapang berkembang sekarang dengan banyaknya jumlah penduduk hingga menjadi Kota Hunian dan Industri.

Dan dibawah kepemimpinannya sekarang bersama Wakil Walikota Bekasi Dr Tri Adhianto, ia ingin Kota Bekasi sesuai Visi Misi Kota Bekasi menjadi Kota yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan.

Saat diskusi ini, Rahmat Effendi juga bercerita mengenai masa pengabdiannya di Pemerintahan Kota Bekasi. Mulai dari menjabat Anggotaa DPRD Kota Bekasi, Wakil Walikota Bekasi hingga jadi Walikota Bekasi. Ia katakan peningkatan cukup signifikan dari sektor pembangunan terutama peningkatan pelayanan sektor pendidikan, kesehatan, infrastrukur Kota, dan sektor pendapatan.

“Sektor pelayanan pendidikan kesehatan dan infrastrukur ditingkatkan. APBD di 2018 dari sebesar Rp 5.8 Triliun meningkat menjadi Rp 6,3 Triliun di 2019,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan dari sektor Pajak, Kota Bekasi urutan terdepan dari penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB) se-Jawa Barat. Atas prestasi ini, ia ingin Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa mengalokasikan dana yang lebih banyak untuk pembangunan di Kota Bekasi.

Baca Juga :  Peserta CPNS Kemenag Sumsel Pertanyakan Hasil Kelulusan yang Diduga Ada Kecurangan

“Dari 30 persen yang kita terima sekarang mungkin kedepannya bisa lebih besar. Kita akan pergunakan kembali untuk pelayanan sektor Pendidikan di SMK dan SMA di Kota Bekasi bisa digratiskan dan bidang kesehatan juga infrastruktur,” kata Rahmat Effendi yang juga mengatakan alokasi APBD 2019 Kota Bekasi berkisar Rp 6.3 Triliun ini jugs perlu didongkrak dari sektor pendapatan.

“Uangnya belum ada maka agar ada fiskal yang seimbang antara pendapatan dan pembiayaan di kas daerah. Berbagai sumber pembiayaan kita peroleh termasuk dari alokasi banprov,” ungkap Rahmat Effendi.

Menurutnya, kota Bekasi juga bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam bentuk dana hibah pembiayaan infrastrukur Kota. Saat ini digunakan untuk keperluan pembangunan Fly Over Rawa Panjang dan Fly Over Cipendawa dan program lainnya.

“Kelanjutan pembangunan dua fly over di tahap kedua ini kabarnya tinggal menunggu pencairan dan proses lelang yang dilakukan. Ditaksir menghabiskan biaya hingga Rp 350 miliar untuk pembebasan lahan dan fisik kedua fly over. Maka untuk itu warga Kota Bekasi perlu berterimakasih juga kepada Gubernur dan Pemprov DKI Jakarta,” ungkap Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Begitupun dari sektor kesehatan dan infrastruktur Kota. Rencananya ada tiga rumah sakit tipe D di tahun ini yang akan dioperasikan. Yakni RS Tipe D Jatisampurna, RS Tipe D Bantar Gebang dan RS Tipe D Pondok Gede.

Dengan penambahan RS milik Pemkot Bekasi ini, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan kepada RS Swasta dengan program pelayanan Kartu Sehat.

“RS Jatisampurna sudah lengkap, RS Bantar Gebang didukung pengadaan prasarana dari Pemprov DKI Jakarta sehingga September sudah bisa beroperasi dan RS Pondok Gede pada Agustus ini,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here